Tips Hasilkan Foto Berkualitas (Setara DSLR)
Teknik ini sebenarnya bukan semata dimiliki atau dikhususkan
untuk fotografi menggunakan ponsel, namun merupakan dasar umum untuk
menghasilkan foto berkualitas. Berikut ini adalah beberapa tips fotografi
android demi kualitas terbaik.
Baca Juga : 5 Aplikasi Rekomendasi Untuk Fotografi
Baca Juga : 5 Aplikasi Rekomendasi Untuk Fotografi
Perhatikan Komposisi
Penentu utama kualitas foto yang keren adalah komposisi.
Untuk mendapatkan hasil foto terbaik, sobat perlu mempelajari beberapa
komposisi dasar seperti Rule of Third garis bantu, framing, sudut pengambilan
gambar (angel of view ), dan lainnya. Setelah menguasai tekhnik komposisi
barulah sobat memperhatikan aspek lain seperti pencahayaan dan sudut
pengambilan.
Perhatikan Arah Cahaya
Salah satu problem terbesar saat mengambil foto dalam
ruangan adalah kurangnya pencahayaan alami. Suplai pencahayaan yang tepat dapat
membuat makanan terlihat lebih lezat, ekspresi wajah lebih ceria dan lingkungan
lebih ramah. Sebisa mungkin, cobalah untuk mengambil foto di bawah pencahayaan
alami. Untuk hasil terbaik, usahakan mendekati jendela atau pintu saat
mengambil foto di dalam ruangan, dan sumber cahaya seperti matahari,
lampu-lampu neon atau lampu jalan saat memotret di luar ruangan.
Sebagaimana aturan umum pada pencahayaan yang sama seperti
"fotografi tradisional", perhatikan sumber datangnya pencahayaan.
Hindari melawan arah cahaya datang saat mengambil gambar (kecuali jika sobat
berniat menghasilkan efek siluet). Pertimbangkan juga untuk menembak subjek
menggunakan cahaya pada satu sisi, yang akan berpengaruh pada tekstur dan
kedalaman warna foto.
Penggunaan Flash
Gunakan flash hanya jika subjek fotografi dalam cahaya
rendah. Lampu kilat (Flash) di kamera smartphone membuat hasil yang lebih baik,
tetapi terkadang hasil lebih baik justru jika dimatikan. Karena cahaya flash
terkadang justru mengurangi kadar alami sebagaimana mata melihat dengan
menghilangkan tekstur foto.
Letak flash pada kamera smartphone terlalu dekat dengan
sensor dan membuat sensor tidak bekerja dengan baik. Beberapa orang mencoba
kreatif menutupi flash dengan kertas tisu atau isolasi transparan untuk
mengurangi cahaya, tapi sebaiknya untuk tidak menggunakan flash untuk
mendapatkan gambar yang bagus.
Sementara pada cahaya yang benar-benar rendah (gelap),
gunakan flash disertai dengan peningkatan eksposure dan tingkat ISO. Pada
aplikasi bawaan mayoritas smartphone juga terdapat fitur mode malam yang bisa
sobat manfaatkan, dan jika dirasa perlu sobat juga bisa mencari aplikasi di
Google Playstore untuk meningkatkan kualitas foto pada kondisi malam hari.
Jangan Gunakan Zoom!
Ketika mengambil gambar dengan kamera smartphone, usahakan
untuk sedekat mungkin dengan subjek daripada menggunakan zoom saat mengambil
shoot. Hilangkan rasa malas untuk bergerak lebih dekat ke subjek foto. Karena
smartphone sobat tidak memiliki optik (menggunakan lensa) zoom, fitur digital
zoom akan memangkas resolusi foto. Hasil foto dengan digital zoom pasti lebih
kasar, yang akan membuat sobat ragu untuk membagikannya di jejaring sosial.
Jaga Kestabilan Tangan Saat Mengambil Gambar
Salah satu kelemahan kamera ponsel adalah tidak terdapatnya
pengaturan speed, atau jikapun ada tidak maksimal. Ini menyebabkan hasil gambar
tidak akan bagus jika diambil sembari berjalan, berkendara, bahkan sekedar
gemetar saat memotret. Untuk mendapatkan foto terbaik, berhentilah berjalan dan
berkendara, serta bersikap realistis dengan tidak memimpikan mengambil objek
yang melintas terlalu cepat.
Ketika memotret, gunakan kedua tangan di telepon dan jaga
kestabilan saat mengambil foto. Ada begitu banyak foto yang tidak dapat
dikontrol, sobat harus benar-benar melakukan yang terbaik untuk mendapatkan
foto yang tidak kabur. Untuk hasil yang terbaik, manfaatkan juga fitur timer
(penghitung waktu mundur) untuk memotret otomatis sesuai waktu yang di set. Ini
ditujukan untuk mengurangi gerakan ketika menekan tombol shoot pada tombol
fisik maupun di layar. Bahkan jika perlu belilah juga tripod atau tongsis untuk
membuat kamera tetap stabil.
Penggunaan Mode Burst
Tragedi besar yang terjadi sejak kehadiran kamera digital
adalah mengambil foto sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan hasilnya.
Begitupun dengan fotografi ponsel, kehadiran mode burst yang memungkinkan
mengambil beberapa gambar hanya dengan satu kali shoot ditambah lagi dengan
kapasitas penyimpanan yang semakin besar membuat kita sering memilih untuk
mengambil gambar sebelum benar-benar mempertimbangkan komposisi, pencahayaan
atau framing.
Kendati untuk mengambil gambar tak lagi dibatasi jumlah
gambar dalam rol film dan baterai serta biaya, itu tidak berarti tidak harus
berpikir tentang setiap gambar yang di ambil. Komposisi dan framing yang
penting, dan keduanya hal yang harus sobat pelajari dari waktu ke waktu karena
setiap foto adalah pengalaman belajar.
Mengambil banyak foto dan hanya memakai satu gambar yang
baik, atau bahkan tidak menemukan satupun yang hasilnya baik hanya
membuang-buang waktu. Kecuali sobat sedang terburu-buru mengambil satu momen
yang tak mungkin terulang, pastikan kualitas gambar sesuai dengan komposisi dan
pencahayaan untuk menghasilkan gambar terbaik. Mode Burst terutama diandalkan
untuk mengambil foto subjek bergerak untuk mendapatkan setiap momen dengan
maksimal. Seperti misalnya ketika mengambil foto anak-anak, kendaraan yang
melintas di jalan raya, ataupun binatang peliharaan.
Gunakan Mode Panorama
Mode panorama saat ini sudah bisa dijumpai pada kamera
ponsel, bahkan inilah fitur terbaik kamera ponsel yang jarang sekali dijumpai
pada kamera dslr ataupun kamera pocket! Jika aplikasi kamera smartphone sobat
belum terdapat fitur ini, sobat bisa men-download sebuah aplikasi kamera pihak
ketiga seperti Photosynth (iOS) dan Autostitch Panorama Pro dan Google Camera
(Android).
Mode panorama adalah cara terbaik untuk mengambil foto
landscape, asalkan sobat dapat menjaga tangan cukup stabil dan subjek tidak
bergerak akan didapatkan foto
panoramik yang sempurna.
Hindari Penggunaan Filter Saat Memotret
Memang pada banyak aplikasi terdapat fitur filter yang
membuat foto lebih indah dan dapat dilihat secara langsung saat memotret. Namun
lebih baik untuk menggunakan filter mereka setelah foto diambil (pada proses
editing) ketimbang menerapkan filter secara langsung saat memotret. Ini
terutama ditujukan agar foto bisa memiliki banyak variasi saat diedit dan bisa
dipertimbangkan ulang untuk hasil yang terbaik. Foto dengan filter saat
memotret akan memiliki sedikit pilihan hasil foto.
Selain itu, penggunaan filter pada fotografi profesional
seperti misalnya pada jurnalistik sangat jarang dilakukan, bahkan cenderung
dipandang cinis dan mendapatkan cemoohan karena diragukan keasliannya.
Sementara untuk fotografer smartphone yang kasual, sudah lazim digunakan filter
retro, hitam-putih, Windmere, Islandia, dan filter hipster lain yang
menambahkan karakter ke foto dan menyenangkan untuk dibagikan ke jejaring sosial.
Dengan menggunakan filter pada proses editing, sobat bisa mendapatkan keduanya
sekaligus.
Gunakan mode HDR
Jika sobat punya tangan yang stabil dan mengambil foto benda
diam, maka gunakanlah modus HDR ( high dynamic range) jika ingin pencahayaan
dan bayangan di foto merata. Hal ini sangat berguna jika gambar dengan kontras
yang tinggi - banyak potongan-potongan sangat gelap dan sangat terang.
Mengaktifkan fitur HDR pada kamera adalah cara yang bagus untuk mendapatkan
foto yang terang dan punchy yang pada kamera smartphone kecil biasanya tidak
akan dapat mengambilnya dalam satu shoot.
Tapi itu tidak berarti bahwa sobat harus menggunakannya
sepanjang waktu. HDR adalah pilihan yang cocok ketika subjek memiliki
pencahayaan terang dari belakang dan sobat ingin melihat latar depan, tapi itu
adalah pilihan yang buruk ketika sobat berada dalam situasi gelap atau
mengambil gambar dari objek bergerak. Beberapa kamera smartphone secara default
mengaktifkan HDR dan biasanya melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi jika sobat
ingin mengambil kendali, cobalah untuk tidak menggunakan HDR terlalu sering.
Gunakan Aplikasi Kamera Pihak Ketiga.
Seperti disebutkan sebelumnya, kamera ponsel memiliki fungsi
terbatas. Pertimbangkan untuk mendapatkan aplikasi kamera pihak ketiga untuk
mengatasi keterbatasan tersebut. Banyak aplikasi pihak ketiga ini secara
teratur diperbarui dengan fitur baru, filter, mode dan pilihan juga. Ini
mengalahkan mendapatkan smartphone keluaran terbaru jika hanya untuk
mendapatkan fitur foto yang lebih beragam. Beberapa aplikasi seperti Camera +
(iOS) dan ProCapture Gratis (Android) memiliki fitur tambahan di samping
pengaturan telepon biasa. Lainnya memiliki lebih fungsi khusus seperti Slow
Shutter Cam (iOS), Night Cam and Pro HDR (IOS dan Android).
Aplikasi Editor Foto.
Kadang-kadang hanya ada begitu banyak kita dapat mengontrol
saat mengambil foto. Meskipun untuk hasil yang lebih baik tetaplah masih
dihasilkan oleh editor foto pada PC, sobat bisa juga menggunakan aplikasi pihak
ketiga untuk mengedit langsung di smartphone. Aplikasi editing photo setelah
foto-foto diambil seperti aplikasi seperti Camera + dan Kamera FV-5 (Android)
yang merupakan aplikasi gabungan antara kamera dengan editor foto.
Bahkan fotografer terbaik dengan kamera high-end tidak mengambil gambar dan hanya memotret tanpa
editing. Dan sementara software kamera smartphone yang cukup bagus di
pengolahan foto masing-masing dan menampilkan citra JPEG yang baik, sobat
selalu dapat memaksimalkan itu setelah foto dihasilkan dan meningkatkan tampilan.
Apakah dengan memotong dan memutar dengan editor foto built-in ponsel, atau
menggunakan salah satu dari banyak editor foto populer seperti Snapseed atau
VSCO Cam , beberapa menit ekstra mengedit dapat membuat perbedaan antara yang
baik, dan besar, foto.
Photoshop Express ( iOS , Android ) dan Pixlr Inn ( iOS ,
Android ) melakukan fungsi editing seperti crop, meluruskan, memutar, flip dan
menghapus red eyes . Jika sobat hanya mencari fitur filter, dapat mencoba
Snapseed ( iOS , Android ) dan VSCO Cam ( iOS , Android ). Ingin lebih? Gunakan
taktik dengan filter interaktif dengan Spotliter, yang memungkinkan sobat
menambahkan filter tidak hanya untuk gambar tetapi juga untuk video!
Namun begitu, meski aplikasi editor foto di ponsel sangat
beragam dan hasilnya juga lumayan, pertimbangkan juga untuk melakukan editing
pada pc. Karena hasil editing PC akan lebih akurat, bagus, dan lebih banyak hal
yang bisa dilakukan.
Periksa Rincian Terbaik dan Terburuk Hasil Foto
Kita semua memiliki beberapa foto yang keluar sangat baik
dan juga yang terburuk. Setiap kali sobat mengambil baik foto terbaik atau
terburuk, periksa 'rincian' foto untuk melihat pengaturan ISO, speed, dan
aperture. Dengan cara ini, sobat perlahan-lahan akan belajar tentang pengaturan
seperti apa pada smartphone untuk terbaik dengan kondisi cahaya terang dan
gelap. Ini sangat berguna untuk kemudian menyetel pengaturan tetap sendiri dan
menggunakannya sesuai kebutuhan.
Jangan Hapus Foto dari Ponsel
Terkadang foto yang dianggap "jelek" atau buram
(blur) juga masih bisa dimaksimalkan, misalnya untuk foto abstrak. Lagipula
ukuran layar serta kualitas ketajaman warna dan kualitas lainnya dari layar
ponsel tidak sebaik layar monitor pc. Sebaiknya lihat ulang dulu di layar
desktop sebelum memutuskan untuk menghapus foto dari media penyimpanan.
Asah Keterampilan Fotografi Android dengan Mengikuti Lomba!
Masukan dari orang lain tentu sangat berharga dalam
memperbaiki hasil foto kedepannya. Untuk melakukannya sobat bisa membagi hasil
foto pada jejaring sosial ataupun pada forum fotografi. Selain itu, sembari
terus belajar cara terbaik mengambil foto dengan menggunakan kamera ponsel,
kirim juga hasil foto ke perlombaan fotografi, dan jika beruntung mungkin sobat
akan mendapatkan penghargaan bahkan materi.
Demikian Tips Hasilkan Foto Berkualitas Setara DSLR dengan
Kamera Ponsel yang bisa saya bagikan kepada sobat sekalian.
Download Aplikasi Tukang Niru : Download
Download Aplikasi Tukang Niru : Download

No comments
Post a Comment