Aturan Servis Baru Bulutangkis Diprediksi Merepotkan Pemain
Jangkung
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) secara resmi akan memperkenalkan aturan servis baru pada ajang All England 2018. Aturan tersebut diprediksi beberapa pihak bakal merugikan buat pemain dengan postur tubuh tertentu.
Kampanye penggunaan aturan servis baru sudah digaungkan BWF
sejak awal 2018. Nantinya, terdapat perubahan cara servis dari tinggi rusuk
terbawah tiap pemain menjadi satu standar yakni 115 cm dari permukaan lapangan.
Tak ada penjelasan resmi yang dibuat BWF terkait perubahan
cara servis tersebut. Hal ini diyakini bakal menimbulkan kerugian buat
pemain-pemain yang memiliki postur tubuh tinggi.
Ganda putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon,
menyayangkan sikap BWF yang terkesan terburu-buru mengeluarkan peraturan
tersebut tanpa lebih dulu dilakukan penelitian terhadap dampaknya. Marcus
menilai, dirinya yang memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi agak
kerepotan dengan aturan tersebut.
"Saya sudah beberapa kali latihan untuk membiasakan
diri menggunakan servis baru ini. Bahkan, dalam sesi latihan tersebut kami
sengaja memanggil service judge Indonesia yang sudah mengantongi lisensi
internasional," kata Marcus kepada wartawan dalam konferensi pers di
Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Aturan servis baru itu diyakini sedikit banyak bakal membuat
gaya permainan Marcus berubah. Seperti diketahui, Marcus merupakan tipikal
pemain yang memiliki kemampuan servis mematikan dengan mengandalkan netting .
"Pastinya ada perubahan servis. Semua pemain pasti akan
berubah proses servisnya. Bolanya pasti tidak seperti kemarin, akan tetapi kami
akan mengusahakan yang terbaik. Saya yang punya postur pendek saja susah,
apalagi pemain yang tinggi? Mereka bisa sampai harus jongkok-jongkok nanti
kalau mau servis," ucap Marcus.
Sementara itu, pelatih nomor ganda putri Indonesia, Eng
Hian, menyayangkan BWF belum mengeluarkan regulasi yang baku soal aturan
tersebut. Namun, Eng Hian menganggap aturan ini tak bakal menjadi kerugian
untuk anak asuhnya.
"Regulasi bakunya sendiri kami sepenuhnya belum tau
seperti apa. Menurut saya, aturan servis baru ini semestinya bukan kerugian,
asal semuanya jelas," ucap Eng Hian.
Aturan servis baru yang akan digunakan di All England 2018
merupakan satu dari tiga regulasi baru yang diumumkan BWF untuk bulutangkis .
BWF juga mengeluarkan aturan soal keharusan pemain elit bertanding minimal 12
turnamen dalam setahun dan aturan soal kemungkinan perubahan sistem skor
pertandingan dari reli poin 21 menjadi skor 11 poin dikali lima gim.
sumber : bola.com
sumber : bola.com

No comments
Post a Comment